Akademi Pengentasan Kemiskinan
Membangun masa depan yang lebih baik melalui pendidikan berkualitas, inovasi berkelanjutan, dan pemberdayaan masyarakat untuk mengentaskan kemiskinan
Learning Management System Modern
Platform pembelajaran digital yang dirancang khusus untuk mendukung pengembangan kapasitas di bidang pengentasan kemiskinan. Menawarkan pengalaman belajar interaktif dengan materi berkualitas tinggi dan komunitas pembelajar yang aktif.
Fitur Unggulan
Katalog Kursus Digital
Materi berbasis data dan studi kasus nyata
Kolaborasi Lintas Sektor
Pemerintah, swasta, dan komunitas
Sertifikat Digital
Dashboard progres belajar
Pendekatan Praktis
Fokus pada solusi berkelanjutan dengan pendekatan yang praktis dan aplikatif
Kondisi Kemiskinan di Indonesia
Memahami kondisi terkini kemiskinan di Indonesia untuk merancang strategi pengentasan yang efektif dan berkelanjutan.
Fakta Kunci
Berdasarkan data BPS September 2024: Jumlah penduduk miskin mencapai 24,06 juta orang atau 8,57% dari total populasi.
Garis kemiskinan nasional adalah Rp 595.242/kapita/bulan, dengan rata-rata rumah tangga miskin memiliki 4,71 anggota.
Mayoritas rumah tangga miskin bekerja di sektor pertanian informal dan memiliki pendidikan rendah (64,15% hanya tamat SD atau tidak tamat SD).
Meskipun angka ini merupakan yang terendah sejak 1960, tantangan struktural seperti ketimpangan wilayah, akses pendidikan, dan minimnya keterlibatan sektor swasta masih menghambat percepatan pengentasan kemiskinan.
Mari bergabung dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui pendidikan dan pembelajaran yang berkualitas
Mulai Belajar SekarangAkademi Pengentasan Kemiskinan
Temukan beragam pembelajaran pengentasan kemiskinan yang dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan Anda
Memuat kursus terbaik untuk Anda...
Apa Kata Mereka Tentang
Akademi Pengentasan Kemiskinan
Dengarkan pengalaman dan testimoni dari para pemimpin dan praktisi yang telah mengikuti program pengembangan kapasitas kami
"Keberhasilan dari implementasi Program Prioritas Sekolah Rakyat ini ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia (SDM) pengelola, mulai dari pimpinan instansi sampai kepada ASN yang menjalankan fungsi teknis di lapangan. Untuk itu dibutuhkan ASN yang adaptif, kreatif, inovatif serta memiliki jiwa melayani agar program prioritas presiden ini dapat berjalan secara optimal dan memberikan dampak bagi masyarakat."
Dr. Muhammad Taufiq, DEA
Kepala LANRI
"Sumber daya manusia (SDM) yang terlibat dalam pengentasan kemiskinan harus mampu beradaptasi dengan dinamika di lapangan dan bekerja berdasarkan data aktual sehingga upaya pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan tepat sasaran. Intinya program ini akan berfokus pada pengembangan kapasitas dan kompetensi SDM terutama yang terlibat dalam program pengentasan kemiskinan dan sekolah rakyat."

Drs. H. Saifullah Yusuf
Menteri Sosial