Tentang Kami

Akademi Pengentasan Kemiskinan

Platform pembelajaran digital untuk pengembangan kapasitas SDM dalam upaya mengentaskan kemiskinan di Indonesia

Program Kolaboratif Pemerintah & Swasta

Akademi Pengentasan Kemiskinan adalah program kolaboratif pemerintah dengan sektor swasta dalam pengentasan kemiskinan. Program ini bertujuan untuk mengaktifkan potensi ekonomi lokal, meningkatkan kapasitas masyarakat miskin, serta mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta.

Platform Digital

Learning management system modern

Kolaborasi

Lintas sektor dan institusi

Misi Kami

Menciptakan model inovatif pengentasan kemiskinan berbasis akademi dengan fokus pada hasil nyata dan berkelanjutan

Kondisi Kemiskinan di Indonesia

Memahami kondisi terkini kemiskinan di Indonesia untuk merancang strategi pengentasan yang efektif dan berkelanjutan

24,06
Juta
Penduduk Miskin
8,57%
Nasional
Tingkat Kemiskinan
11,34%
Desa
Kemiskinan Desa
6,66%
Kota
Kemiskinan Kota

Fakta Kunci Kemiskinan Indonesia

Data Terbaru (BPS September 2024)

Jumlah penduduk miskin mencapai 24,06 juta orang atau 8,57% dari total populasi. Garis kemiskinan nasional adalah Rp 595.242/kapita/bulan, dengan rata-rata rumah tangga miskin memiliki 4,71 anggota.

Profil Penduduk Miskin

Mayoritas rumah tangga miskin bekerja di sektor pertanian informal dan memiliki pendidikan rendah (64,15% hanya tamat SD atau tidak tamat SD).

Tantangan Struktural

Meskipun angka ini merupakan yang terendah sejak 1960, tantangan struktural seperti ketimpangan wilayah, akses pendidikan, dan minimnya keterlibatan sektor swasta masih menghambat percepatan pengentasan kemiskinan.

Update Terbaru

Data Kemiskinan Maret 2025

8,47%
Tingkat Kemiskinan
Maret 2025
23,85
Juta Penduduk
Miskin

Target Ambisius: Pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan ekstrem mencapai nol persen di tahun 2028

Program Sekolah Rakyat: Pendidikan berasrama gratis untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi

Peran SDM Berkualitas

"Keberhasilan implementasi Program Prioritas Sekolah Rakyat ditentukan oleh kesiapan SDM pengelola yang adaptif, kreatif, inovatif serta memiliki jiwa melayani."

- Muhammad Taufiq, Kepala LAN

Pendekatan Berbasis Data

"SDM yang terlibat harus mampu beradaptasi dengan dinamika lapangan dan bekerja berdasarkan data aktual agar upaya pengentasan kemiskinan tepat sasaran."

- Saifullah Yusuf, Menteri Sosial

Tujuan Program

Mengaktifkan potensi ekonomi lokal (misalnya BUMDes dan unit usaha masyarakat)

Meningkatkan kapasitas masyarakat miskin melalui pelatihan dan pendampingan

Mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta

Menciptakan model inovatif pengentasan kemiskinan berbasis akademi

Indikator Keberhasilan

1

Jumlah peserta pelatihan yang berhasil memulai usaha

2

Jumlah BUMDes aktif dan produktif

3

Peningkatan pendapatan rumah tangga miskin

4

Jumlah kolaborasi aktif antara masyarakat dan sektor swasta

Kolaborasi Strategis untuk Masa Depan

LAN menekankan pentingnya berkolaborasi antar instansi dengan melibatkan korporasi agar pengentasan kemiskinan tidak lagi dilakukan secara sektoral

Pemerintah

Kebijakan dan regulasi

Sektor Swasta

Inovasi dan investasi

Masyarakat

Partisipasi aktif